...
Events & Berita

Intikeramik (IKAI) Masuk Tren Pemulihan, Laba Naik 166% dan Pendapatan Terus Membaik

JAKARTA, investortrust.id   PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI) membukukan perbaikan kinerja keuangan pada kuartal II-2026, ditandai dengan margin laba mencapai 23% dan laba bersih sebesar Rp14,6 miliar atau melonjak 166% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Perbaikan tersebut sejalan dengan berlanjutnya pemulihan (recovery) yang dijalankan perseroan. IKAI mencatat pendapatan sebesar Rp 63 miliar pada kuartal II-2026, sementara beban pokok pendapatan membaik 40%, dibandingkan kuartal II-2025. Kondisi ini turut mendorong rasio laba kotor meningkat 43% atau mencerminkan peningkatan kualitas pendapatan dan efisiensi operasional perusahaan.

Direktur Intikeramik Alamsari (IKAI) Emirza Eibowo mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja usaha, dibandingkan periode sebelumnya sebagai hasil dari proses recovery yang terus dilakukan perseroan.

“Kinerja ini merupakan gambaran kemampuan IKAI menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan. Secara operasional, efisiensi biaya produksi dan penetapan harga jual IKAI sejatinya masih terjaga dengan baik,” kata Emirza dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, perseroan mampu tetap kompetitif selama masa recovery dengan mempertahankan harga jual sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Sementara itu, Direktur Utama Intikeramik Alamsari (IKAI) Desra Ghazfa mengatakan, kemampuan perseroan menekan beban operasional turut menghasilkan laba operasi yang positif. “Hal ini mengindikasikan beban penjualan, beban administrasi, beban umum maupun biaya lainnya telah menunjukkan efisiensi yang dilaksanakan berhasil sehingga memberikan kontribusi terhadap profitabilitas Perseroan,” ujar Desra.

Perseroan mencatat margin operasi sebesar 15,75% dengan EBITDA kuartal II-2026 mencapai Rp 31 miliar. Menurut Desra, capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal II tahun ini.

Selain membukukan laba bersih Rp 14,6 miliar, rasio margin laba bersih mencapai 23% atau meningkat 169% secara ekuivalen. Perbaikan performa pada kuartal kedua ini menjadi sinyal kuat pulihnya profitabilitas operasional perusahaan dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset IKAI tercatat mencapai Rp1,165 triliun dengan posisi kas sebesar Rp28 miliar. Total liabilitas berada di level Rp496 miliar, termasuk kewajiban jangka pendek sebesar Rp160 miliar, sedangkan total ekuitas mencapai Rp669 miliar.

Likuiditas Meningkat

IKAI juga mencatat rasio kemampuan membayar bunga (Interest Coverage Ratio) sebesar 4,38 kali, yang menunjukkan laba operasi mampu untuk menutup beban bunga pinjaman. Pengelolaan utang yang terukur dinilai memberikan ruang pendanaan bagi perseroan untuk mendukung ekspansi usaha pada masa mendatang.

Likuiditas perusahaan juga mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan akhir tahun lalu. Kondisi tersebut didukung arus kas pendanaan (financing cash flow) positif sebesar Rp 90 miliar serta arus kas bebas (free cash flow) positif sekitar Rp 24 miliar selama masa recovery.

Di pasar modal, kapitalisasi pasar IKAI saat ini berada di kisaran Rp 293 miliar dengan rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 0,44 kali. Perseroan menilai rasio PBV di bawah satu kali tersebut mengindikasikan harga saham masih diperdagangkan pada valuasi diskon, sekaligus membuka peluang peningkatan valuasi seiring berlanjutnya pemulihan kinerja operasional dan profitabilitas.

Komisaris Utama IKAI Wiliam Daniel mengatakan, EBITDA dan laba bersih kuartalan yang kembali positif, struktur modal yang sehat, serta arus kas bebas yang fleksibel menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis perseroan.

“Perusahaan telah menunjukkan adanya tren pemulihan, pertumbuhan pendapatan, perbaikan laba bersih pada periode berjalan, struktur permodalan yang relatif sehat dengan rasio utang yang rendah, serta dukungan arus kas pendanaan menjadi faktor yang mendukung keberlangsungan usaha Perseroan. Ke depan, manajemen akan terus memfokuskan strategi pada peningkatan volume penjualan, efisiensi biaya operasional, optimalisasi modal kerja, dan penguatan arus kas operasional guna meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan,” ujarnya.

https://investortrust.id/market/111952/intikeramik-ikai-masuk-tren-pemulihan-laba-naik-166-dan-pendapatan-terus-membaik