Bisnis.com, JAKARTA – PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk. (IKAI) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan pada kuartal II/2026 seiring berlanjutnya proses pemulihan (recovery) yang dijalankan perseroan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp63 miliar pada kuartal II/2026. Di saat yang sama, beban pokok pendapatan turun 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sehingga mendorong rasio laba kotor meningkat 43%.
Direktur IKAI Emirza Eibowo mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kinerja operasional perseroan sebagai hasil dari strategi pemulihan yang dijalankan secara konsisten.
“Kinerja ini merupakan gambaran kemampuan perseroan menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan. Secara operasional, efisiensi biaya produksi dan penetapan harga jual IKAI masih terjaga dengan baik,” ujar Emirza dalam keterangan resmi.
Menurutnya, perseroan mampu mempertahankan daya saing selama masa pemulihan melalui pengelolaan harga jual yang optimal dan peningkatan efisiensi biaya produksi. Direktur Utama IKAI Desra Ghazfa menambahkan efisiensi juga tercermin pada penurunan beban operasional, mulai dari beban penjualan, beban administrasi, beban umum hingga biaya lainnya. Kondisi tersebut mendorong laba operasi kembali mencatatkan hasil positif.
“Efisiensi yang dijalankan berhasil memberikan kontribusi terhadap peningkatan profitabilitas perseroan,” kata Desra.
Pada kuartal II/2026, IKAI membukukan margin operasi sebesar 15,75% dengan EBITDA mencapai Rp31 miliar. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp14,6 miliar atau melonjak 166% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, margin laba bersih mencapai 23%, meningkat 169% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal pemulihan profitabilitas operasional setelah beberapa periode sebelumnya berada dalam tekanan.
Dari sisi neraca, total aset IKAI tercatat sebesar Rp1,165 triliun dengan posisi kas Rp28 miliar. Total liabilitas mencapai Rp496 miliar, termasuk kewajiban jangka pendek sebesar Rp160 miliar. Adapun total ekuitas berada pada level Rp669 miliar.
Perseroan juga mencatat rasio kemampuan membayar bunga (interest coverage ratio) sebesar 4,38 kali, yang menunjukkan laba operasi dinilai memadai untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga pinjaman.
Selain itu, likuiditas perusahaan terus membaik. IKAI membukukan arus kas pendanaan positif sebesar Rp90 miliar dan arus kas bebas (free cash flow) positif sekitar Rp24 miliar, yang memperkuat fleksibilitas keuangan selama proses pemulihan berlangsung.
Di pasar modal, kapitalisasi pasar IKAI saat ini berada di kisaran Rp293 miliar dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,44 kali. Menurut manajemen, valuasi tersebut mencerminkan harga saham yang masih berada di bawah nilai bukunya, sekaligus membuka peluang peningkatan valuasi apabila tren pemulihan kinerja berlanjut.
Komisaris Utama IKAI Wiliam Daniel mengatakan perbaikan EBITDA dan laba bersih, struktur permodalan yang sehat, serta arus kas bebas yang positif menjadi fondasi bagi perseroan untuk memperkuat profitabilitas sekaligus menjaga risiko keuangan.
“Perusahaan telah menunjukkan tren pemulihan melalui pertumbuhan pendapatan, perbaikan laba bersih, struktur permodalan yang relatif sehat dengan rasio utang yang rendah, serta dukungan arus kas pendanaan. Ke depan, manajemen akan terus memfokuskan strategi pada peningkatan volume penjualan, efisiensi biaya operasional, optimalisasi modal kerja, dan penguatan arus kas operasional guna meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan,” ujar Wiliam.











