Bisnis.com, JAKARTA – Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) mulai menjadi bagian dari strategi operasional industri perhotelan. Swiss-Belhotel Bogor, Jawa Barat, misalnya, memperkuat program keberlanjutan dengan fokus pada efisiensi energi dan air, pengurangan plastik sekali pakai, hingga penggunaan bahan kimia ramah lingkungan.
Hotel yang merupakan bagian dari Subholding PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) tersebut menggandeng Siklus melalui penerapan Circular Laundry and Facility Cleaning Pilot Program.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional hotel. Berdasarkan data perusahaan, penerapan prinsip eco-green telah membantu menghemat biaya operasional hingga 30% pada periode 2025–2026. Perusahaan menargetkan tingkat efisiensi tersebut dapat terus ditingkatkan hingga 40%-60% pada 2030.
Direktur Utama PT IKAI, Desra Ghazfan, mengatakan penerapan program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan kerangka ESG. “Ini membuktikan Swiss-Belhotel telah menjalankan kerangka kerja untuk mengukur dampak keberlanjutan serta etika suatu bisnis di luar aspek keuangan murni,” ujarnya.
Swiss-Belhotel Bogor Jadi Pionir Penggunaan Chemical Hijau
General Manager Swiss-Belhotel Bogor, Heru Wibowo, mengatakan penerapan konsep ramah lingkungan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.Selain mendukung program green energy pemerintah, langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan operasional hotel dengan standar keberlanjutan internasional.
Swiss-Belhotel Bogor menjadi hotel pertama dalam jaringannya yang mengadopsi produk chemical ramah lingkungan dari Cplus, produk PT Siklus Indonesia.Produk tersebut digunakan untuk empat kebutuhan utama operasional hotel, yakni laundry, pembersihan area umum, pembersihan dapur, dan perawatan mebel.
Produk chemical yang digunakan sebelumnya diformulasikan untuk kebutuhan rumah sakit sehingga tingkat keamanannya diperhatikan, baik bagi tamu maupun karyawan hotel. Dari sisi penggunaan produk dalam negeri, sekitar 70% komponen produk diproduksi secara lokal. Langkah ini sekaligus mendukung penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).












