Perseroan selalu berupaya untuk mencegah terjadinya berbagai risiko dan akibat yang ditimbulkannya melalui sistem manajemen risiko. Untuk melakukan pengelolaan resiko, Perseroan terlebih dahulu melakukan identifikasi, klasifikasi, dan melakukan mitigasi melalui pelaksanaan survei, wawancara, analisis data historis dan kontribusi saran dari karyawan.

Perseroan berkomitmen untuk melakukan peninjauan atas sistem manajemen risiko yang diterapkan untuk tetap sesuai dengan kondisi saat ini untuk menghindari terjadinya kerugian pada Perseroan. Dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Risiko Perseroan pada tahun 2018 dilakukan oleh Direktur Manajemen Risiko yang diisi oleh Direktur Independen Perseroan.

Jenis-Jenis Risiko dan Cara Pengelolaannya

Seperti halnya bidang usaha lainnya, bidang usaha Perseroan juga tidak lepas dari tantangan dan risiko baik yang berasal dari luar maupun internal Perseroan. Berikut ni adalah risiko yang diperkirakan dapat mempengaruhi usaha Perseroan secara umum, berdasarkan bobot risiko yang dihadapi:

Tinjauan Efektivitas Sistem Manajemen Resiko Perseroan

Dewan Direksi melakukan penilaian berkala atas efektivitas pelaksanaan Manajemen Risiko dengan menilai aspek-aspek lingkungan kerja internal, penetapan target, identifikasi kejadian, penilaian risiko, respon atas risiko, kegiatan kontrol, informasi dan komunikasi, pemantauan dan keberlangsungan kegiatan operasional.
Hasil Evaluasi Direksi terhadap Manajemen Risiko tersebut akan digunakan untuk meningkatkan Governance Enterprise Risk (baik kerangka maupun proses Manajemen Risiko), yang ditinjau setiap tahunnya oleh Perseroan.