Perseroan selalu berupaya untuk mencegah terjadinya berbagai risiko dan akibat yang ditimbulkannya melalui sistem manajemen risiko. Untuk melakukan pengelolaan resiko, Perseroan terlebih dahulu melakukan identifikasi, klasifikasi, dan melakukan mitigasi melalui pelaksanaan survei, wawancara, analisis data historis dan kontribusi saran dari karyawan.

Perseroan berkomitmen untuk melakukan peninjauan atas sistem manajemen risiko yang diterapkan untuk tetap sesuai dengan kondisi saat ini untuk menghindari terjadinya kerugian pada Perseroan. Dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Risiko Perseroan pada tahun 2018 dilakukan oleh Direktur Manajemen Risiko yang diisi oleh Direktur Independen Perseroan.

Jenis-Jenis Risiko dan Cara Pengelolaannya

Seperti halnya bidang usaha lainnya, bidang usaha Perseroan juga tidak lepas dari tantangan dan risiko baik yang berasal dari luar maupun internal Perseroan. Berikut ni adalah risiko yang diperkirakan dapat mempengaruhi usaha Perseroan secara umum, berdasarkan bobot risiko yang dihadapi:

  1. Risiko harga gas bumi
    Industri keramik di Indonesia memiliki tingkat kerentanan tertentu terhadap fluktuasi harga komoditas, terutama fluktuasi harga gas bumi di mana gas bumi merupakan sumber energi utama bagi industri keramik. Gas alam merupakan sumber energi utama, dan risiko terganggunya pasokan gas dapat menghambat kelancaran produksi. Produksi yang tidak lancar tidak hanya dapat menyebabkan penundaan atau pembatalan pengiriman produk kepada pelanggan, tetapi juga akan berdampak negatif terhadap kinerja finansial. Upaya yang dilakukan oleh Perseroan adalah dengan mengupayakan kontrak jangka menengah-panjang dengan pemasok. Fluktuasi tersebut menjadi faktor yang sewaktu-waktu dapat merubah perhitungan biaya produksi.
  2. Risiko persaingan
    Bisnis ubin porselen yang dijalankan Perseroan memiliki prospek yang cerah. Persaingan senantiasa terjadi dengan ketat dengan aktivitas pemasaran agresif yang dilakukan oleh para pemain di industri ini. Dinamika pasar yang tinggi menuntut kesigapan Perseroan dalam merespon permintaan pasar dengan memberikan nilai yang lebih baik kepada konsumen dibandingkan dengan para pesaingnya.
  3. Risiko pengadaan bahan baku
    Kontribusi bahan baku impor masih cukup besar, dan cukup signifikan dari biaya bahan baku secara keseluruhan. Terhambatnya pengadaan bahan baku utama yang berasal dari pemasok luar negeri dapat mengganggu jalannya proses produksi dan kegiatan operasi Perseroan. Untuk mengantisipasi masalah ini Perseroan berupaya untuk mencari bahan baku dari sumber lokal.

Tinjauan Efektivitas Sistem Manajemen Resiko Perseroan

Dewan Direksi melakukan penilaian berkala atas efektivitas pelaksanaan Manajemen Risiko dengan menilai aspek-aspek lingkungan kerja internal, penetapan target, identifikasi kejadian, penilaian risiko, respon atas risiko, kegiatan kontrol, informasi dan komunikasi, pemantauan dan keberlangsungan kegiatan operasional.
Hasil Evaluasi Direksi terhadap Manajemen Risiko tersebut akan digunakan untuk meningkatkan Governance Enterprise Risk (baik kerangka maupun proses Manajemen Risiko), yang ditinjau setiap tahunnya oleh Perseroan.